“Mentorship is simply learning from the mistakes and mastery of a successful person in his/her field.” – Bernard Kelvin Clive

Dalam istilah saga film Star Wars, ada Jedi Master & Padawan, Jedi Master selalu memberikan / mentransfer ilmu kepada para Jedi muda. Lebih asik mana jadi Master atau jd Padawan?, paling enak jadi Padawan, kita benar” belajar semua hal dari nol sampai bisa, beda dengan Master, mereka harus melalui banyak tahapan untuk dianggap sebagai Jedi master.

Di situasi kehidupan secara tidak langsung, saya juga mengalami berbagai pembelajaran akan banyak hal. Saya diibaratkan sebagai Jedi Padawan yg masih belajar, ya mengambil Konsep Pembelajaran ala Ksatria Jedi bolehlah, kita yang ga punya ilmu belajar kepada “Master Jedi” yang lebih mumpuni & terbukti kemampuannya. Seperti Gui Gon Jin yang awal menjadi Jedi belajar pada Master Yoda, kemudian Obi Wan Kenobi belajar pada Qui Gon Jin, lalu Anakin Skywalker belajar pada Obi Wan Kenobi & yang terakhir, Luke Skywalker belajar mengendalikan Force pada Master Yoda.

Mulai dari belajar bolabasket, kuliah arsitektur, ilmu marketing, sampai berlari saya menyadari secara tidak langsung mempunyai “Master Jedi” yang mengarahkan saya akan banyak hal terkait ilmu tersebut.

Berikut 4 “Master Jedi” yang berhasil memberikan ilmu nya kepada saya :

1. Koh Wely – Ilmu Bolabasket

 Awal mula bermain basket saya berlatih otodidak bersama teman” SMP, saat memasuki masa SMA saya ikut klub basket di kota kelahiran bernama PB Lingga Jaya th 1998. Ajaibnya disana ada seorang senior yang bermain basket dengan begitu hebat & enerjiknya, namanya Koh Wely. Alumnus Universitas Atmajaya, jago 3 point, dribel, posisi Point Guard. Kalo dibandingkan, bolehlah disamakan dengan Andakara Pratawa saat ini. Jago 3 point dribel okey. Beliau bisa saja masuk Kobatama (th 1997) tapi karena darah bisnis nya begitu kuat, Koh Wely lebih memilih terjun di dunia bisnis dibanding menjadi atlet.

Bukan cuma soal skill bola basket atau bisa 3 point & dribel yang beliau latih,tapi visi & misi kita terhadap permainan & tim. Bagaimana caranya dengan posisi bermain di tim kita bisa berkontribusi. Ya bersama Koh Wely, akhirnya saya bisa untuk pertama kalinya merasakan Juara bolabasket saat umur 16 tahun bersama klub PB Lingga Jaya Purbalingga di Kejuaraan satu lapangan ataupun 3 on 3, selanjutnya mengantarkan tim bolabaket sekolah SMA N 1 Purbalingga Juara 2 Se Karesidenan Banyumas th 2000.

Pelajaran yang didapat dalam visi & skill bermain bolabasket dari Koh Wely menjadi dasar saya hingga saat ini bermain bolabasket. 

2. Mas Ari Endra – Ilmu Arsitektur

Kuliah bareng saat 2 th dari th 2004-2006 mengambil kelas S1 Kelas Sore di Arsitektur Universitas Diponegoro, Mas Ari lebih tua 2 tahun dari saya. Soal visi & misi bisnis di dunia arsitektur no 1 ga saingannya kalau saya boleh bilang, sangat sangat percaya diri & optimis.

Dari mulai buat tesis, skripsi Tugas Akhir bareng terus, sampai judul tugas akhirnya hampir sama bertema Bandar Udara. Mas Ari sedari kuliah sudah berbisnis terjun di dunia Arsitektur rancang bangun. Dalam hal belajar arsitektur mas Ari merupakan salah satu teman diskusi yang sangat baik.

Saat ini mas Ari yang tinggal di Bogor, sangat sukses di dunia rancang bangun & sudah mempunyai puluhan karyawan di perusahaanya yang bergerak di jasa Kontruksi rancang bangun. Puluhan klien sudah pernah ditangani. 
Bersyukur saya pernah belajar arsitektur bersama mas Ari.

3. Mas Yanuar Ayub Falahi – Ilmu Marketing

Ini nih orang yang tiap malam sering saya curhatin saat awal awal saya bekerja di dunia perbankan. Hampir 2-3 bulan awal saya bekerja di dunia perbankan saya belajar dari Mas Yanuar, sering sekali berkeluh kesah & menceritakan berbagai masalah kepada mas Yanuar. 

Kalau boleh saya bilang, Mas Yanur sangat sabar mendengarkan saya bercerita juga diskusi berbagai macam problematika di dunia pekerjaan & memberikan arah pandangan dalam menemukan solusi atas problem yang terjadi.

Di dunia perbankan yang bisnisnya bergerak dibidang jasa pelayanan, perlu sekali ekstra pembelajaran, dari Mas Yanuar saya banyak belajar ilmu perbankan terutama marketing. Entah apa jadinya kalau saya tidak bertemu dengan Mas Yanuar tahun 2008.

Mas Yanuar saat ini bekerja di OJK, saya bersyukur bisa satu kantor dengan Mas Yanuar dari tahun 2008 sampai 2010.

4. Mas Yudha Kusumonegoro – Ilmu Lari

Di kala lari saya tahun 2015 seakan jalan di tempat & penuh kegagalan, ada Mas Yudha yang memberikan pencerahan akan dunia lari. Soal prestasi di dunia lari sudah pasti Mas Yudha merupakan salah satu pelari non profesional terbaik di negeri ini. 

Saya benar benar menemukan guru lari yang membangkitkan visi & misi saya terhadap olahraga berlari. Visi saya dalam berlari Lari mulai ditata ulang & disusun bertahap untuk mendapt PB (Personal Best) dari mulai dari 5 Km berlanjut 10 Km sampai 21 Km. 

Fokus pada program lari kita sendiri adalah arahan dari mas Yudha, badan akan kuat bertahap & pelan” kuat dalam berlari. Lari adalah hobi agar kita supaya sehat, jadi apapun yang terjadi keluarga tetap menjadi prioritas nomor utama, merupakan salah satu nasehat dari mas Yudha yang akan selalu saya ingat.

*era 2000 – 2010 sosial media belum trend seperti saat ini,jadi saya belum sempat ber selfie bersama Koh Wely, Mas Ari & Mas Yanuar.

Advertisements